Ketika menetapi hati pada jalan kebaikan, maka bersabarlah.
Meski jalan yang ditempuh membuatmu merasa lelah.
Tetaplah berada didalamnya
sekalipun lelahnya membuatmu ingin berhenti,
karena disana ada Allah,
ada Allah yang selalu menutunmu menyisiri setiap jalan yang kau tempuh.
Dan biarlah lelah yang kau rasa menjadi saksi di dihadapanNya kelak.
Maka...bersabarlah.
Sedikit menanggapi postingan "Aku ujian bagimu, kamu ujian bagiku..." kalau mau ditelaah lagi, banyak pelajaran yang bisa diambil dari perjalanan kisah Mba Adinda dan Mas Putra. Sedikit saya akan coba menggambarkan dari sudut pandang saya, bukannya lancang tapi ada bagian-bagian yang juga pernah saya alami. #Istighfar Keran Air Hati kita bagaikan keran air. Loh kenapa keran air? Biasanya Gembok dan Kuncinya. Hee, iya itu memang benar tentang gembok dan kunci, tapi tetap saja yang menggenggam hati kita hanyalah Allah semata, jadi perihal gembok dan kunci mintalah sama Allah. :) Atau sering terdengar... " iyaa hati kita digembok, kuncinya ada di ayah saya, so datangilah ayah saya. hihi. " Ahh udah ah, balik lagi ke keran air, ungkapan ini sebelumnya sempat saya baca dari salah satu postingan Bang Tere. Jangan membuka keran hati kita, jika belum siap untuk mengaturnya. Jangan sekali - kali membukanya jika memang belum ada ada wadah yang bisa menampungnya. Jik...
Comments
Post a Comment