Skip to main content

Sakit itu penggugur dosa - dosa kecil

wahai pemilik nyawaku
betapa lemah diriku ini
berat ujian darimu
ku pasrahkan semua padamu
Tuhan baru ku sadar
indah nikmat sehat itu
tak pandai aku bersyukur
kini ku harapkan cintamu
kata-kata cinta terucap indah
mengalir berdzikir dikidung doaku
sakit yang kurasa
biar jadi penawar dosaku
butir-butir cinta air mataku
teringat semua yang kau beri untukku
ampuni khilaf dan salah
selama ini ya ilahi
muhasabah cintaku
Tuhan kuatkan aku
lindungiku dari putus asa
jika ku harus mati
pertemukan aku denganmu


(kata-kata cinta)
kata-kata cinta terucap indah
mengalir berdzikir dikidung doaku (mengalir berdzikir)
sakit yang kurasa (sakit yang kurasa)
biar jadi penawar dosaku (penawar dosaku)
butir-butir cinta air mataku (butir-butir cinta)
teringat semua yang kau beri untukku
(ampuni khilaf dan salah)
(selama ini ya ilahi)
(muhasabah cintaku)
(muhasabah)
(muhasabah cintaku)
Tiada seorang mukmin ditimpa rasa sakit, kelelahan (kepayahan), diserang penyakit, atau kesedihan (kesusahan), sampai pun duri yang menusuk (tubuhnya), kecuali dengan itu ALLAH menghapus dosa-dosanya. (HR. Bukhari)
-sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku -
 its been a week already

Comments

Popular posts from this blog

Andai Aku Tidak Menikah Dengannya

Dialog Rasulllah dengan ‘Ukaf ibn Wida’ah Al Hilali “ Apakah engkau telah beristri hai ‘Ukaf?” “Belum Yaa Rasulullah “ “Bukankah engkau memiliki budak wanita ?” “Tidak Ya Rasulullah.” “Bukankah engkau pemuda sehat dan mampu hai ‘Ukaf?” “Benar Ya Rasulullah.” “Kalau demikian engkau termasuk teman syaithan. Atau engkau termasuk pendeta Nasrani. Lantaran itu bearti engkau termasuk golongan mereka. Atau mungkin engkau termasuk golongan kami, maka hendaklah engkau berbuat seperti apa yang kami lakukan. Karena sunnah kami adalah beristri. Orang yang paling buruk diantara kami adalah orang yang membujang. Dan yang paling hina diantara kami adalah para bujangan... “ Sepotong cerita yang didapat dari buku yang sedang dibaca. Helai demi helai lembaran yang saya baca semakin membuat tertunduk,merasa semakin malu dihadapanNya. Dan bukankah malu sebagian daripada iman ? Yaa, satu hal lagi yang semakin terpatri, sungguh janganlah kita beputus asa dari rahmat Allah :”) *** Andai...

^__^

haaa,,  bete gw lumayan terobati,,  hari terakhir (resmi) PL malah ada perasaan bete.. gtw kenapa, kaya orang lagi banyak pikiran..  but guys, did you know, we just have to turn on " batik bazar " ,, haha baru saja liat yang berkelipan disana sini, liat warna-warni berpajangan, liat kain yang melambai-lambai, liat wajah-wajah yang mengharapkan datangnya keajaiban di hari akhir saat bazar,  semua benda yang di pajang seakan memanggil naluri gw untuk menjadikannya hak milik gw..  #tsaah

Allah berkata: " Ya, Ini terbaik Untukmu..."

Sedikit menanggapi postingan "Aku ujian bagimu, kamu ujian bagiku..." kalau mau ditelaah lagi, banyak pelajaran yang bisa diambil dari perjalanan kisah Mba Adinda dan Mas Putra. Sedikit saya akan coba menggambarkan dari sudut pandang saya, bukannya lancang tapi ada bagian-bagian yang juga pernah saya alami. #Istighfar Keran Air Hati kita bagaikan keran air. Loh kenapa keran air? Biasanya Gembok dan Kuncinya. Hee, iya itu memang benar tentang gembok dan kunci, tapi tetap saja yang menggenggam hati kita hanyalah Allah semata, jadi perihal gembok dan kunci mintalah sama Allah. :) Atau sering terdengar... " iyaa hati kita digembok, kuncinya ada di ayah saya, so datangilah ayah saya. hihi. " Ahh udah ah, balik lagi ke keran air, ungkapan ini sebelumnya sempat saya baca dari salah satu postingan Bang Tere. Jangan membuka keran hati kita, jika belum siap untuk mengaturnya. Jangan sekali - kali membukanya jika memang belum ada ada wadah yang bisa menampungnya. Jik...