Skip to main content

It's been a week already


Masih dalam laju yang sama seperti malam-malam sebelumnya, namun di malam itu 17 Maret 2014 perjalanan serasa begitu lama di tempuhnya. 
“Aaah, ada apa dengan pejalanan malam ini ?” 
Dilirik speedometer, sambil menunduk sedikit mengarahkan mata pada putaran jarum merah itu. Dirasa jarum merah mengarah pada angka yang sama, ya hanya berkisar pada angka 30 dan 40 saja, karena di malam hari memang biasa ditempuhnya pada angka tersebut. 
“iih,, sumpah ini kenapa pejalanan malam ini serasa lebih lama dari biasanya?” 
Kembali berbicara sendiri seraya menenangkan sejenak jutaan rasa dalam hatinya. Dan pada akhirnya, decak gumam ini terlontarkan 
“ oh yaa,, I kow why, cause tomorrow will be different, rite? ” 
Ya, karena sejak malam itu-dan tak tau hingga kapan, semoga hanya sebentar, Aamin-, ia tak perlu lagi bergegas membersihkan diri kemudian menghampiri kasur untuk segera terlelap. Mengatur alarmnya hingga esok pagi terbangun dengan sergapan bersiap shalat subuh, kemudian mandi, menyetrika, sarapan dan kembali berangkat dan bergelut dengan hiruk pikuk ibu kota. 
Esok akan berbeda, karena hari ini adalah hari terakhir masa apprentice di madrasah kehidupannya selama setahun ini.
So many thing happens, comes an gone in this one past year. Moment of happiness, laugh together, sadness, friends, lessons, families and many others.
 ***
just one thing that should say is Alhamdulillah, thank you Allah for all Your Kindness and Your Great Mercy till I could be part of this.
Thank you for this great ukhuwah :’)

"Taken in my last day, way to office "


" The Big Team ", Upps... XD


"Around Great People... "

" Part of My Worthy Life, Ana Uhibbukum fillah :') "

" Part of My Worthy Life, Ana Uhibbukum fillah :') "
  






"The Gifts, Alhamdulillah :) "

" And I wish for more of kindness give in to you, Aamiin... :)" 

Comments

Popular posts from this blog

Andai Aku Tidak Menikah Dengannya

Dialog Rasulllah dengan ‘Ukaf ibn Wida’ah Al Hilali “ Apakah engkau telah beristri hai ‘Ukaf?” “Belum Yaa Rasulullah “ “Bukankah engkau memiliki budak wanita ?” “Tidak Ya Rasulullah.” “Bukankah engkau pemuda sehat dan mampu hai ‘Ukaf?” “Benar Ya Rasulullah.” “Kalau demikian engkau termasuk teman syaithan. Atau engkau termasuk pendeta Nasrani. Lantaran itu bearti engkau termasuk golongan mereka. Atau mungkin engkau termasuk golongan kami, maka hendaklah engkau berbuat seperti apa yang kami lakukan. Karena sunnah kami adalah beristri. Orang yang paling buruk diantara kami adalah orang yang membujang. Dan yang paling hina diantara kami adalah para bujangan... “ Sepotong cerita yang didapat dari buku yang sedang dibaca. Helai demi helai lembaran yang saya baca semakin membuat tertunduk,merasa semakin malu dihadapanNya. Dan bukankah malu sebagian daripada iman ? Yaa, satu hal lagi yang semakin terpatri, sungguh janganlah kita beputus asa dari rahmat Allah :”) *** Andai...

^__^

haaa,,  bete gw lumayan terobati,,  hari terakhir (resmi) PL malah ada perasaan bete.. gtw kenapa, kaya orang lagi banyak pikiran..  but guys, did you know, we just have to turn on " batik bazar " ,, haha baru saja liat yang berkelipan disana sini, liat warna-warni berpajangan, liat kain yang melambai-lambai, liat wajah-wajah yang mengharapkan datangnya keajaiban di hari akhir saat bazar,  semua benda yang di pajang seakan memanggil naluri gw untuk menjadikannya hak milik gw..  #tsaah

Allah berkata: " Ya, Ini terbaik Untukmu..."

Sedikit menanggapi postingan "Aku ujian bagimu, kamu ujian bagiku..." kalau mau ditelaah lagi, banyak pelajaran yang bisa diambil dari perjalanan kisah Mba Adinda dan Mas Putra. Sedikit saya akan coba menggambarkan dari sudut pandang saya, bukannya lancang tapi ada bagian-bagian yang juga pernah saya alami. #Istighfar Keran Air Hati kita bagaikan keran air. Loh kenapa keran air? Biasanya Gembok dan Kuncinya. Hee, iya itu memang benar tentang gembok dan kunci, tapi tetap saja yang menggenggam hati kita hanyalah Allah semata, jadi perihal gembok dan kunci mintalah sama Allah. :) Atau sering terdengar... " iyaa hati kita digembok, kuncinya ada di ayah saya, so datangilah ayah saya. hihi. " Ahh udah ah, balik lagi ke keran air, ungkapan ini sebelumnya sempat saya baca dari salah satu postingan Bang Tere. Jangan membuka keran hati kita, jika belum siap untuk mengaturnya. Jangan sekali - kali membukanya jika memang belum ada ada wadah yang bisa menampungnya. Jik...