Skip to main content

Thank God

ternyata masih belum bisa gw wujudkan di liburan kali ini..
masih adaa kesempatan,,#WISH

ini kalo ceritanya gw jadiin sinetron boleh juga kayaknya..hhaa #komersial
tapi kalo mau dianalogikan, cerita yang lagi dialamin ini mirip kaya iklannya Baim di salah satu provider celuller yang terkenal cukup mahal tapi katanya sinyalnya bagus,,
disini bukan kisah perang tarif yang di bintangin sama sule n baim, tapi gw cuman memposisikan keadaan umi yang sekarang komunikasi sama cucunya (zeta) just by phone..
di iklan itu pas banget waktu mau lebaran si baim nelfon kakeknya...

nah pas pertama kali iklan itu muncul langsung terbesit di benak gw,,
 "ya ampun,, ini iklan ko bisa pas gitu,,,?"
Timingnya di masa-masa awal kepergian mereka, lebaran tanpa mereka n tanpa kabar sedikitpun.
Dan ternyata bukan cuma gw yang kepikiran kaya gitu, kaka gw pun memikirkan hal yang sama. And you know guys..? pas umi ngeliat itu iklan, meleleh deh air matanya.. huuuhuh..
Jleb banget deh tuh iklan buat keluarga gw.. Apalagi kondisinya waktu itu kita masih lost contact sama mereka. Beda dengan setahun ini alhamdulillah udah ada perkembangan, udah ada pencerahan buat ngewujudin keinginan kita untuk bisa kumpul lagi. Meskipun emang belum tahu kapan,,
------------

Masih harus bersyukur,, ternyata Allah masih memberikan jalan untuk kami bisa berkomunikasi n silaturahim meskipun cuma lewat  suara aja. Yaa setidaknya itu (sedikit) memberikan kelegaan di hati umi untuk bisa meredam rasa kangennya, ga cuma sama si zeta tapi juga sama kakak gw alias ibunya zeta.
Semoga tetap terjaga dan semoga selalu kabar baik yang kami dengar,, Aamiin.
Semakin salut sama kekuatan, kesabaran,, dan kasih sayang umi,, :)

Thanks God

Mau tau yang namanya zeta?? ini nih ada pict,nya...

yang ini masihh lucu, masih putih, masih  gemuk,, lah emag yg itu???#!!



foto  ini gw ambil pas kesana bulan februari lalu,, beda ka,,??hhe
Before and After,,, :P

Comments

Popular posts from this blog

Andai Aku Tidak Menikah Dengannya

Dialog Rasulllah dengan ‘Ukaf ibn Wida’ah Al Hilali “ Apakah engkau telah beristri hai ‘Ukaf?” “Belum Yaa Rasulullah “ “Bukankah engkau memiliki budak wanita ?” “Tidak Ya Rasulullah.” “Bukankah engkau pemuda sehat dan mampu hai ‘Ukaf?” “Benar Ya Rasulullah.” “Kalau demikian engkau termasuk teman syaithan. Atau engkau termasuk pendeta Nasrani. Lantaran itu bearti engkau termasuk golongan mereka. Atau mungkin engkau termasuk golongan kami, maka hendaklah engkau berbuat seperti apa yang kami lakukan. Karena sunnah kami adalah beristri. Orang yang paling buruk diantara kami adalah orang yang membujang. Dan yang paling hina diantara kami adalah para bujangan... “ Sepotong cerita yang didapat dari buku yang sedang dibaca. Helai demi helai lembaran yang saya baca semakin membuat tertunduk,merasa semakin malu dihadapanNya. Dan bukankah malu sebagian daripada iman ? Yaa, satu hal lagi yang semakin terpatri, sungguh janganlah kita beputus asa dari rahmat Allah :”) *** Andai...

^__^

haaa,,  bete gw lumayan terobati,,  hari terakhir (resmi) PL malah ada perasaan bete.. gtw kenapa, kaya orang lagi banyak pikiran..  but guys, did you know, we just have to turn on " batik bazar " ,, haha baru saja liat yang berkelipan disana sini, liat warna-warni berpajangan, liat kain yang melambai-lambai, liat wajah-wajah yang mengharapkan datangnya keajaiban di hari akhir saat bazar,  semua benda yang di pajang seakan memanggil naluri gw untuk menjadikannya hak milik gw..  #tsaah

-mendekapmu-

umii, semalam rasanya ku ingin sekali mendekapmu kudekati kau yang tengah terlelap dalam tidurmu ku tatap wajahmu umii, kelelahan nampak pada wajahmu segurat sedih menghampiri perasaanku menyayat hati meruak barisan sendu di wajahku umii,, tak jarang ketika malam tiba dan kau telah tertidur pulas ku perhatikan gerakan dadamu ku letakkan jemariku tepat dibawah lubang hidungmu untuk ku pastikan tarikan nafasmu umi umii,,semalam rasanya ku ingin sekali mendekapmu ku baringkan tubuh ini tepat disampingmu ku peluk tubuh kecilmu kudekap erat, sampai-sampai kau terbangun dan membenarkan posisi tidurmu dan ku sunggingkan senyum kecil kepadamu umii,, dalam peluk lelahku dan lelahmu itu kurasakan kehangatan dan kenyamanan membalut dalam tubuhku umii,, aku pun tak sadar kapan aku mulai larut dengan dewi malam dan hingga pagi menjelang, ku terbangun dan sering kudapati kau tak di sampingku ketika ku mulai menggerakkan bola mata ku lihat kau tengah asyik berdialog denga...